KUPAS TUNTAS STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) BIDANG MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SKKNI MSDM

Kupas tuntas Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilaksanakan di Universitas Lampung (UNILA) pada hari Sabtu, 24 Februari 2108. Pengisi materi adalah Bapak Yunus Triyonggo,Ph. D., CAHRI yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Indhri (Indonesia Human Resources Institute).

Tujuan dihadirkannya penyusunan SKKNI adalah untuk melihat bagamana suasana industri ke depan terkait apa yang harus dipersiapkan terhadap lulusan dari PT. Tugas dari UPT pengembangan karir dan kewirausahaan adalah memastikan lulusan yang dapat merespon kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri.

PT diminta untuk memfokuskan atau mengadaptasi kurikulum berbasis KKNI agar dapat menyesuaikan kebutuhan kerja dan siap menghadapai era revolusi industri.

Penetapan SKKNI disesuaikan dengan Keputusan Menakertrans Nomor 307 Tahun 2014. download : Keputusan Menakertrans Nomor 307 Tahun 2014

Menghadapi tuntutan ke depan, lulusan PT harus memiliki kemampuan kompetitif yang dipersyarakan. Semua profesi ke depannya harus memiliki sertifikat kompetensi, tidak hanya ijazah. Oleh karena itu, setiap lulusan dari PT diharuskan memiliki Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Jenis SKPI untuk mahasiswa yang berasal dari luar Fakultas yang berkaitan dengan perusahaan, misal Fakultas Peternakan dapat disusun dengan membuat portofolio atau juga dengan kegiatan magang di suatu perusahaan. Peran PT dalam hal ini dengan memberikan kesempatan magang kepada mahasiswa dengan waktu yang cukup yakni minimal 6 bulan. Selanjutnya mahasiswa diminta untuk menyusun laporan berkaitan dengan apa yang diperoleh saat magang, seperti ilmu dan pengetahuan tentang hal baru yang ada di dunia kerja. Laporan tersebut akan dipresentasikan di hadapan Dosen untuk dapat dinilai apakah kompetensi tersebut dapat digunakan di dunia kerja, atau dapat dilampirkan dalam SKPI.

Terdapat 8 profesi yang sudah disetarakan/ yang dapat bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berdasarkan Mutual Recognition Arrangement (MRA) yaitu, (1) Insinyur, (2) Arsitek, (3) Tenaga Pariwisata, (4) Akuntan, (5) Dokter Gigi, (6) Tenaga Survei (dalam bidang pengukuran bumi, yakni tanah maupun darat), (7) Praktisi Medis, (8) Perawat. Dalam hal ini Indonesia harus bersiap mendapat tenaga ahli yang berasal dari ASEAN.

Materi dapat di download di SKKNI

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Leave A Reply